Kisah Penjaga Tambak Bandeng Kawak Sidoarjo

Festival bandeng kawak yang biasanya diadakan pada saat memperingati Maulid Nabi Muhammad yang tahun 2013 dilaksanakan pada 26 Januari 2013 sudah dinanti masyarakat Sidoarjo, karena lelang bandeng kawak ini menjadi tradisi dan hiburan bagi warga Sidoarjo.


Pendaftaran festival bandeng kawak sudah bisa dilakukan di panitia Festival Bandeng kawak Sidoarjo 2013 atau informasi bisa menghubungi Dinas Perikanan Sidoarjo Jawa Timur.

Petani tambak bandeng di wilayah Sidoarjo telah mempersiapkan bandeng yang akan diikutkan festival bandeng kawak tahun 2013, maklum saja karena tahun lalu mungkin belum menjadi juara karena juara 1 tahun lalu beratnya 7,35 kilogram, panjang 90 cm dan lebar 19,8 cm yang diraih Arif Rahman dari Perum Magersari Sidoarjo.

Memelihara bandeng kawak bukan urusan yang mudah, karena memeliharanya 5 - 10 tahun agar bisa menjadi bandeng ‘kawakan’. Setiap hari setiap saat harus memperhatikan secara khusus keadaan tambaknya mulai kualitas air, makanan, kesehatan bahkan keamanannya. Jangan sampai bandeng kawak yang sudah dipelihara tahunan tsb diambil orang, karena memang memeliharanya di tambak yang jauh dari perkampungan penduduk, hanya ada gubuk yang dipakai penjaga tambak. Itupun juga kadang ditinggal pergi untuk sambang pulang ke rumah atau mengambil bahan makanan untuk dibawah ke tengah tambak.

Keamanan tambak menjadi tanggungjawab penuh saya, ujar Abdul Kasan penjaga tambak di Gisik Cemadi, karena pencuri tambak sering masuk ke kawasan tambak yang tidak dijaga.

Semua kami lakukan agar bandeng kawak bisa selamat, aman dan menjadi bandeng kawakan seperti yang diharapkan pemilik tambak, belum lagi nyamuk yang banyak dan besar harus kami hadapi saat malam hari menjaga tambak, tambahnya.

Ya, sebentar lagi festival bandeng kawak Sidoarjo 2013 digelar dalam rangka Maulud Nabi Muhammad SAW, sudah siapkah bandeng Anda. (WG)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Senkom Mitra Polri Sidoarjo | Informasi | Komunikasi | Kamtibmas | Rescue I Bela Negara