Seminar Jurnalistik Dan Produksi Kreatif

Senkomsidoarjo.org | show kali ini, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia
(ATVSI) menggelar seminar yang bertajuk "Seminar Jurnalistik dan
Produksi Kreatif" di Airlangga Convention Center Universitas Airlangga
(Unair) Kampus C Surabaya, Kamis (21/04).
Seminar tersebut menghadirkan beberapa pembicara dari kalangan
presenter ternama di stasiun televisi swasta. Salah satu pembicara
yaitu berasal dari Metro TV, Andini Effendi. Adapun pembicara lain
berasal dari presenter TV One, Trans TV, dan MNC TV.
Menurut Andini, mengenai pengalaman meliput konflik di Timur Tengah
beberapa tahun yang lalu, pengalaman saat itu sangatlah menantang dan
membuat adrenalin menjadi tegang. Namun, hal tersebut tak menjatuhkan
semangat dan mental dalam menyajikan liputan berita baik secara
langsung maupun tunda.
"Bagi saya, meliput di daerah rawan konflik seperti Timur Tengah
adalah momen yang sangat ditunggu karena pasti itu merupakan
pencapaian terbaik dalam proses peliputan berita secara langsung.
Bahkan, saya ingin selalu berangkat meliputnya," papar Andini.
Saat meliput, tambah Andini, ancaman dan rasa takut memang ada.
Misalnya suara tembakan dan ledakan bom yang berdesing di atas kepala
kami. Akan tetapi, semua tantangan itu akan kalah, jika ditanya oleh
pemimpin redaksi di kantor, mana berita liputannya," tutur Andini yang
disambut tepuk tangan dan gelak tawa dari para mahasiswa.
Saat bom Thamrin di Jakarta pada awal 2016 kemarin pun merupakan
pengalaman yang langka dan menegangkan bagi seluruh wartawan dan
jurnalis yang meliput secara langsung. Mereka dituntut untuk selalu
update berita dalam kondisi tembak-menembak dan serangan bom
sekalipun.
Dengan jarak yang dekat namun tetap berada dalam zona aman yang
ditentukan oleh aparat kepolisian, wartawan dituntut untuk profesional
dalam menyajikan berita di lokasi kejadian saat berlangsung.
Selain itu, menurut Bayu salah seorang crew dari TV One yang banyak
berbicara mengenai cara produksi di dalam kantor. Hal yang paling
penting saat dalam jurnalistik di media televisi adalah gambar. Gambar
adalah objek vital atau bisa dikatakan senjata reporter dan wartawan
dalam peliputan berita karena itu merupakan bukti autentik.
Tak kalah pentingnya yakni kualitas gambar yang harus diperhatikan
oleh camera man. Karena kejelasan gambar akan menjelaskan keterangan
berita yang disajikan dan tentunya memudahkan pemirsa dalam memahami
berita.
"Hasil liputan di lapangan tadi, kami olah di kantor kemudian
disajikan kepada pemirsa. hal yang paling penting adalah kualitas
gambar," tambah Bayu.
Penulis : Ahmad Benyamin
Editor : M. Fauzi Wibowo
Senkom Sidoarjo

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Senkom Mitra Polri Sidoarjo | Informasi | Komunikasi | Kamtibmas | Rescue I Bela Negara