Kapolri Akan Maksimalkan Reformasi Polri Dan Tingkatkan Kepercayaan Publik


Senkomsidoarjo.org | News Senkom, Kepala Kepolisian Republik
Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan terus akan
memaksimalkan reformasi di intenal kepolisian demi meningkatkan
kepecayaan di mata masyarakat.

"Dalam rangka reformasi Polri adalah meningkatkan public trust. Saya
menjelaskan bagaimana ekspektasi masyarakat sangat tinggi. Pada saat
Polri dipisahkan dari ABRI untuk mengawal reformasi, demokratisasi,
ekspektasi sangat tinggi, dan kemudian dilanjutkan dengan
penguatan-penguatan di bidang regulasi kewewenangan, kemudian di
bidang struktural, pengembangan Polres, Polda, Mabes Polri dan
lain-lain," kata Kapolri usai melakukan teleconference bersama pejabat
utama Polri dan Kapolda yang dipimpin Menteri Koordinator Politik
Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam), Wiranto, Jumat
(07-10-2016).

Kapolri tak menyangkal dengan adanya penurunan citra Polri.
Menurutnya, hal itu disebabkan masa kinerja yang kurang baik dan
masalah kultur. Terutama kultur-kultur budaya korupsi, masalah
arogansi, kekerasan, dan managemen media yang kurang pas.

"Oleh karena itu, terutama semenjak berkembangnya sosial media, kami
akan memperbaiki kinerja, memperbaiki kultur, memperbaiki mengelola
managemen media yang lebih baik. Ini kita lakukan dalam sejumlah
paket, yaitu paket 11 aksi prioritas yang isinya beberapa program,"
ujarnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam berkunjung ke Mabes Polri. Wiranto memimpin
teleconference bersama pejabat utama Polri dan Kapolda.

"Saya ke sini membuka memori 17 tahun lalu. Waktu itu saya ke sini
untuk meresmikan berpisahnya Polri dari ABRI. Saya waktu itu yang
mencopot plang ABRI di sini pada 1 April 1999. Polri sejak itu
melakukan reformasi internal untuk menjaga keamanan, penegakan hukum,
dan melindungi masyarakat," kata Wiranto.

Menurut mantan Panglima ABRI ini, ada satu perubahan sangat cepat yang
harus diikuti Polri untuk mengawal perkembangan masyarakat yang
dinamis. "Dulu belum ada cyber, sekarang ada illegal loging, human
trafficking, narkoba. Ini tugas polisi cukup berat. Tanpa ada
perubahan yang signifikan di polisi, polisi akan ketinggalan,"
katanya.

Ia menegasakan, perubahan radikal di Kepolisian harus dilakukan.
Selain itu, Polri harus mampu mengimbangi perkembangan teknologi,
khususnya komunikasi.

"Kalau tidak begitu, revitalisasi hukum sia-sia," tegasnya.

Sumber : http://www.tribratanews.com/tingkatkan-kepercayaan-publik-kapolri-akan-maksimalkan-reformasi-polri/

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Senkom Mitra Polri Sidoarjo | Informasi | Komunikasi | Kamtibmas | Rescue I Bela Negara