Sinergi Senkom dalam Pemberdayaan Ormas: Menuju Pemilu Berkualitas di Bantul


Senkomsidoarjo.or.id | Bantul - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bantul sukses menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Pendopo Mandaka Kopi Puncak Rindu, Sendangsari, Pajangan, Bantul pada Selasa (21/11). Acara yang dihadiri oleh sekitar 35 personil dari Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), dan Paksi Katon Bantul ini menghadirkan nara sumber dari berbagai bidang, antara lain Ida Dodi Sri Sancoyo (Polres Bantul), Sri Hartati, SH. (Bawaslu Kab. Bantul), dan Edi Iskandar, ST., M.Cs. (Akademisi Universitas Teknologi Digital Indonesia).



Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kab. Bantul, St Heru Wismantara S.I.P., M.M., mengungkapkan, "Di Bantul terdapat 170 ormas yang tercatat di Kesbangpol, namun masih banyak yang belum tercatat. Oleh karena itu, ormas yang diundang kali ini adalah ormas-ormas pilihan." Ia menekankan pentingnya peran ormas sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Nara sumber pertama, Ida Dodi Sri Sancoyo, menyampaikan materi dengan tema "Peran Ormas Sebagai Mitra Polri Dalam Menjaga Kamtibmas." Dalam paparannya, Ida Dodi menjelaskan bahwa peran ormas tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan pemilih, namun juga mencakup pengawasan pemilu, monitoring kampanye, dan dialog serta mediasi.

Kepala Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul, Sri Hartati SH., menjadi pemateri kedua dengan tema "Pengawasan Partisipatif." Ia mendorong partisipasi aktif dalam mengawasi pelaksanaan proses pemilu agar berjalan dengan lancar, aman, jujur, dan adil. Hartati menegaskan pentingnya melaporkan pelanggaran pemilu, seperti hoaks dan money politics, kepada Bawaslu.



Materi terakhir disampaikan oleh Edi Iskandar, ST., M.Cs., Akademisi Universitas Teknologi Digital Indonesia. Edi membahas pentingnya sosialisasi pendidikan politik di perguruan tinggi sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang proses pemilu, peran pemilih, dan dampaknya terhadap kebijakan publik. "Pendidikan politik adalah langkah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada individu, termasuk mahasiswa, tentang berbagai aspek sistem politik dan proses politik," ujar Edi.

Dalam penutupan sesi, Sri Hartati menyampaikan tagline "Bersama rakyat awasi pemilu, Bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu." Edi Iskandar menambahkan bahwa sosialisasi politik dan pemilu dapat memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk menyebarkan informasi, menggalang dukungan, dan meningkatkan partisipasi pemilih.

Semua peserta berharap agar Pemilu 2024 dapat berjalan dengan aman, lancar, damai, jujur, dan adil, sesuai dengan semangat yang ditanamkan dalam kegiatan ini. (Irham/bejo)

Post a Comment

أحدث أقدم
Senkom Mitra Polri Sidoarjo | Informasi | Komunikasi | Kamtibmas | Rescue I Bela Negara