Jakarta, 14 Maret 2026 – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi membuka Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Sabtu (14/3/2026). Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional untuk memantau dan mengendalikan pergerakan arus mudik serta arus balik Lebaran secara real time selama 24 jam.
Posko Angkutan Lebaran tersebut dijadwalkan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan kelancaran transportasi nasional selama periode libur Lebaran.Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Kesuksesan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada sinergi, disiplin, serta integritas seluruh pihak yang terlibat,” ujar Dudy Purwagandhi.Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional untuk memantau kondisi operasional transportasi, mempercepat koordinasi antarinstansi, serta memastikan setiap dinamika yang terjadi di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
![]() |
| Sumber Foto: Kementerian Perhubungan |
Melalui posko ini, berbagai data operasional transportasi akan dihimpun secara terpadu guna memantau perkembangan arus penumpang dan kendaraan di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Posko Angkutan Lebaran Terpadu melibatkan berbagai instansi lintas sektoral, di antaranya:
Keterlibatan berbagai lembaga tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengelola sistem transportasi nasional selama periode mudik Lebaran.
Selain posko pusat di Jakarta, pemerintah juga menyiapkan 1.560 simpul transportasi dan jaringan monitoring yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rinciannya meliputi:
Dalam operasional posko Lebaran tahun ini, Senkom Mitra Polri turut terlibat dalam membantu pemantauan arus transportasi, komunikasi informasi, serta mendukung pengamanan di berbagai simpul transportasi di Indonesia.
Partisipasi organisasi masyarakat tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas elemen untuk mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.(Ac)
Sumber Resmi
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Siaran Pers Kemenhub
Data Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026
Dalam pelaksanaannya, Posko Angkutan Lebaran Terpadu melibatkan berbagai instansi lintas sektoral, di antaranya:
- Kementerian Perhubungan
- BMKG
- KNKT
- Basarnas
- BNPB
- Dishub DKI Jakarta
- Korlantas Polri
- Kementerian Pariwisata
- Kementerian Komunikasi dan Digital
- ASDP Indonesia Ferry
- PELNI
- Pelindo
- Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports)
- AirNav Indonesia
- Jasa Marga
- Astra Infra
- Jasa Raharja
- KAI
- Kereta Cepat Indonesia
- RAPI
- ORARI
- Senkom Mitra Polri
Keterlibatan berbagai lembaga tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengelola sistem transportasi nasional selama periode mudik Lebaran.
Selain posko pusat di Jakarta, pemerintah juga menyiapkan 1.560 simpul transportasi dan jaringan monitoring yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rinciannya meliputi:
- 264 titik simpul angkutan laut
- 177 terminal darat (115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B)
- 248 simpul angkutan penyeberangan
- 472 simpul jaringan kereta api
- 257 simpul transportasi udara
- 43 jaringan pada 6 gerbang tol
- 44 jaringan pada ruas jalan arteri
![]() |
| Sumber Foto: Kementerian Perhubungan |
Dalam operasional posko Lebaran tahun ini, Senkom Mitra Polri turut terlibat dalam membantu pemantauan arus transportasi, komunikasi informasi, serta mendukung pengamanan di berbagai simpul transportasi di Indonesia.
Partisipasi organisasi masyarakat tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas elemen untuk mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.(Ac)
Sumber Resmi
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Siaran Pers Kemenhub
Data Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026


