Senkom Mitra Polri Kecamatan Gedangan menggelar Ngopi Bareng bersama Polsek Gedangan dan PAC LDII Gemurung sebagai tindak lanjut Rapimnas Senkom 2026 untuk memperkuat Harkamtibmas, deteksi dini, dan sinergi keamanan di Kabupaten Sidoarjo.
SIDOARJO – Penguatan kolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) terus menjadi fokus Senkom Mitra Polri Kecamatan Gedangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Ngobar (Ngopi Bareng) yang mempertemukan unsur Senkom, Polri, serta pengurus PAC LDII Desa Gemurung dalam suasana dialog yang santai namun produktif.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, di Cafe SAE, Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, menjadi forum komunikasi lintas elemen masyarakat guna memperkuat koordinasi menghadapi berbagai tantangan keamanan di tingkat desa hingga kecamatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PAC LDII Desa Gemurung Ahmad Zunaedi, Bhabinkamtibmas Desa Gemurung Bripka Andi Setyo, Kanit Intel Polsek Gedangan Ipda Edi Purnomo, Pembina Senkom Sulis, Koordinator Desa Arif Hizbullah, serta Ketua Senkom Mitra Polri Kecamatan Gedangan Seno.
Berbeda dengan forum formal, kegiatan Ngobar dirancang sebagai ruang diskusi yang lebih terbuka sehingga setiap peserta dapat menyampaikan masukan, berbagi informasi situasi wilayah, sekaligus memperkuat komunikasi yang selama ini menjadi fondasi pemeliharaan keamanan lingkungan.
Ketua Senkom Mitra Polri Kecamatan Gedangan, Seno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi hasil Rapimnas Senkom Mitra Polri Tahun 2026 yang mendorong seluruh jajaran mempercepat penguatan peran organisasi di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Rapimnas Senkom Mitra Polri 2026 dengan tema 'Percepatan Peran SENKOM Mitra Polri dalam Harkamtibmas, Bela Negara, dan Kebencanaan guna Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas, Nasionalisme Tangguh, dan Kedaulatan Bangsa Menuju Indonesia Emas.' Melalui komunikasi yang rutin, kami berharap sinergi bersama Polri, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat," ujar Seno.
Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kriminalitas konvensional, tetapi juga penyebaran informasi yang tidak benar, potensi konflik sosial, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kebutuhan yang semakin penting.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Polsek Gedangan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan komunikasi serta memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi antara Bhabinkamtibmas, fungsi Intelkam, Senkom, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal melalui langkah-langkah yang mengedepankan pencegahan.
Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu kawasan penyangga metropolitan memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Melalui pendekatan komunikasi informal seperti Ngobar, koordinasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi lebih efektif karena membangun hubungan yang lebih dekat sekaligus mempercepat pertukaran informasi di lapangan.
Forum semacam ini juga memperkuat konsep community policing, yaitu pemeliharaan keamanan yang melibatkan partisipasi masyarakat sebagai mitra strategis kepolisian.
Selain memperkuat Harkamtibmas, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun nasionalisme serta kesiapsiagaan masyarakat sebagaimana arah kebijakan organisasi yang dihasilkan dalam Rapimnas Senkom Mitra Polri 2026.
Sinergi antara Senkom, Polri, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, tangguh terhadap bencana, sekaligus mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.(Ac)


